BeritaPolitik

KLB Deli Serdang Lengserkan AHY dan SBY dari Pengurus Partai Demokrat

Redaksi Utama
06/03/2021, 11:33 WIB
Last Updated 2021-03-21T06:26:39Z

DELI SERDANG - Tsunami politik menghantam Partai Demokrat (PD). Sejumlah kader dan mantan kader PD mengadakan kongres luar biasa (KLB) di The Hill Hotel dan Resort Sibolangit, Deli Serdang, kemarin (5/3).

Dalam KLB yang rencananya digelar hingga Minggu (7/3) tersebut, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko terpilih sebagai ketua umum Partai Demokrat periode 2021–2025.

”Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, mengingat dan seterusnya, menimbang dan seterusnya, memutuskan dan seterusnya, menetapkan, atas voting berdiri, Pak Moeldoko ditetapkan sebagai ketua umum 2021–2025, setuju?” kata Jhoni Allen Marbun, pimpinan sidang KLB, yang disambut peserta kongres dengan serentak menjawab setuju.

Dari pantauan Sumut Pos, sebelum voting, Jhoni memandu para peserta untuk mengajukan calon ketua umum. Ada dua nama yang diajukan. Yakni, Moeldoko dan Marzuki Alie. Karena ada dua nama, Jhoni meminta para peserta yang setuju mendukung Moeldoko untuk berdiri. Mayoritas peserta berdiri.

Setelah memilih ketua umum, pimpinan sidang memilih Marzuki Alie sebagai ketua dewan pembina. Keputusan itu berdasar SK KLB Nomor 12 KLB PD/III/2021 tentang Penetapan Ketua Dewan Pembina. Menurut dia, terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum telah sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat. Jhoni menyatakan, sidang KLB juga sepakat mencabut surat DPP tahun 2020–2021 terkait dengan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang memecat sejumlah pendiri dan kader Partai Demokrat. ”Kita melakukan semua tahapan kongres dengan 12 acara. Beberapa di antaranya adalah keputusan mendemisionerkan Ketua Umum AHY karena tidak datang dalam konteks pertanggungjawaban. Kedua, mengembalikan AD/ART sesuai hasil kongres pertama PD pada 2005 yang intinya tidak ada struktur majelis tinggi partai. Hal itu supaya tidak ada dua kekuasaan,” papar dia.

Sementara itu, Moeldoko yang terpilih sebagai ketua umum mengucapkan terima kasih dan siap menjalankan amanah. ”Assalamualaikum. Walau diberi kepercayaan (Ketum Demokrat), saya mau memastikan keseriusan teman-teman untuk amanah ini,” ucap Moeldoko melalui sambungan seluler yang didengar seluruh peserta kongres lewat pengeras suara. Sebab, Moeldoko masih berada dalam perjalanan dari Jakarta menuju Sibolangit dengan menumpang pesawat.

Dia mengatakan, menjadi Ketum Partai Demokrat tidak mudah. Karena itu, diharapkan kesolidan dan kerja sama dari seluruh kader. Moeldoko juga melemparkan tiga pertanyaan kepada seluruh peserta KLB. ”Apakah KLB ini sesuai dengan AD/ART atau tidak?” tanya Moeldoko. ”Sesuai,” ucap peserta KLB Demokrat serentak. ”Keseriusan kalian untuk memilih saya sebagai ketua umum Demokrat, serius atau tidak?” tanya Moeldoko lagi. ”Serius,” jawab peserta KLB serempak. ”Ketiga, sejauh mana keseriusan Anda bekerja? Secara integritas menempatkan kepentingan Merah Putih di atas kepentingan pribadi. Siap atau tidak?” ucap Moeldoko. ”Siap,” jawab peserta dengan kompak.

Setelah menyampaikan tiga pertanyaan itu, Moeldoko merasa yakin untuk memimpin Partai Demokrat. ”Dengan demikian, saya menghormati dan menghargai keputusan ini. Saya terima menjadi ketua umum Demokrat,” tegasnya. Sejak dibuka Jhoni Allen hingga ditutup, KLB tersebut hanya berlangsung sekitar 40 menit.

TrendingMore