Korwil BEM Sumbagut: Jika Kapolri Tidak Tegas Lebih Baik Mundur

Riki Setiawan
18/08/2022, 02:04 WIB
Last Updated 2022-08-17T19:08:41Z
JAKARTA - Koordinator Wilayah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mempertanyakan ketegasan Kapolri dalam kasus penanganan polisi tembak polisi beberapa waktu lalu, Rabu (17/08/22).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J sebenarnya tidak begitu sulit. Namun awal pengusutan terkendala dikarenakan tim khusus tidak bisa memeriksa dengan lancar. Hal itu dikarenakan banyak "loyalis" Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan, Irjen Ferdy Sambo.

Menanggapi pernyataan Kapolri tersebut, Koordinator Wilayah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Madi Nasution memberikan tanggapan tegasnya.

Madi Nasution mempertanyakan keseriusan Kapolri dalam mengusut tuntas kasus ini. Bukan karena Kapolri hendak menutup-nutupi, tetapi Kapolri dipandang terbata-bata dalam bergerak, seakan ditahan satu hal yang tidak bisa kita lihat.

"Yang menjadi pertanyaan adalah, pemeriksaan tim khusus kemarin tidak lancar atau tidak serius? Karena dari pada terhambat, awal pengusutan kasus ini Polisi terlihat sangat tidak serius untuk mengungkapnya. Tentu Kapolri harus belajar dari kesalahan awal tersebut," Ungkap Madi dilansir dari prokepri,com.

Madi juga menanggapi alasan Kapolri tentang loyalis Sambo yang menghambat penanganan kasus ini. Menurut Madi, tidak menutup kemungkinan bahwa loyalis-loyalis lainnya masih berada dalam tubuh Polri, bahkan bisa saja loyalis Sambo tersebut masuk ke dalam tim khusus dengan tujuan menghambat pengungkapan kasus.

"Terlibatnya beberapa perwira tinggi tentu menunjukkan betapa memperihatinkan institusi kepolisian ini, maka kami mendesak Kapolri untuk melakukan pembersihan institusi agar kasus ini terang benderang dan transparansi," tegas Madi.

Terakhir, Madi menegaskan keseriusan Kapolri dalam penyelesaian kasus ini. Kapolri diharapkan dapat tegas dan tidak terikat kepentingan satu dua orang ataupun kelompok tertentu.

"Jika merasa tidak mampu, dengan segala hormat, dipersilakan mundur dari jabatan sebagai Kapolri," Tutup Madi.

TrendingMore