Aksi 4000 Lilin 40 Hari Kematian Brigadir J, Gerakan Keadilan: Copot Fadil Atau Kapolri Mundur

Riki Setiawan
19/08/2022, 12:58 WIB
Last Updated 2022-08-19T05:58:15Z
JAKARTA - Gerakan Keadilan kembali menggelar aksi solidaritas untuk mendiang Brigadir Joshua Hutabarat. Kali ini aksi tersebut bertepatan dengan 40 hari kematian Joshua Hutabarat.

Tak tanggung-tanggung, aksi tersebut dihadiri berbagai lapisan masyarakat, termasuk tokoh kunci dari penegakan hukum untuk Joshua, Kamarudin Simanjuntak, Ketua Umum Punguan Hutabarat Saur Hutabarat, Aktivis senior Irma Hutabarat, Praktisi Hukum, Refly Harun serta ratusan masa aksi dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Gerakan Keadilan, Dendi Budiman mengatakan bahwa gerakan yang digagas olehnya merupakan gerakan moral yang lahir dari keserahan masyarakat terkait penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, peringatan 40 hari ini bertepatan dengan perayaan HUT RI ke 77 menjadi momentum untuk kembali menyuarakan keadilan.

"Malam ini kita kembali berkumpul untuk menuntut dan menggugat kesewenang-wenangan hukum di tubuh institusi kepolisian. Padahal mereka adalah salah satu penegak hukum, tetapi justru terbukti melanggar hukum dengan sangat sadis. Jadi kita malam ini kita lantang menyuarakan bahwa keadilan untuk Joshua dan untuk seluruh warga negara harus ditegakan," ungkap Dendi dalam orasinya, Kamis (18/8/2022).

Lebih jauh, pihaknya menyayangkan proses hukum yang masih tebang pilih. Padahal menurutnya, Kapolri dinilai sangat mampu menegakan hukum secara adil dan terbuka.

"Pak Jokowi sudah berkali-kali kasih perintah. Harusnya, Kapolri ini kan menjadi bagian dari orkestrasi penegakan hukum, lalu kenapa ko Kapolri tidak berani mencopot Kapolda Metro Jaya. Padahal dugaan keterlibatan Kapolda Metro sudah sangat kuat. Kenapa tidak diproses secara hukum," imbuhnya.

Dendi juga menegaskan aksi 4000 lilin kali ini tidak lagi hal ihwal dukung mendukung, tetapi lebih jauh mendesak dan menantang Kapolri agar berani mengambil tindakan dalam keberpihakannya pada penegakan hukum.

"Kita akan sama-sama terus kawal kasus ini. Ini harus jadi yang terakhir di republik ini. Jika Kapolri, Listyp Sigit Prabowo takut terhadap Kapolda Metro Jaya Fadil Imran, lebih baik mundur saja, sebelum publik kemudian mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Listyl Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri," pungkasnya.

TrendingMore