Sambangi Ketua DPD RI, POSNU Minta LaNyalla Jadi Pembina

Riki Setiawan
28/11/2021, 18:07 WIB
Last Updated 2021-11-28T11:07:13Z
JAKARTA
- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti diminta menjadi pembina Poros Sahabat Nusantara (POSNU). Hal itu disampaikan Ketua DPP POSNU, Erlina Dian Karmila saat bersama jajarannya menemui LaNyalla di Rumah Dinas Ketua DPD RI, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/11/2021).

"Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan dalam silaturahmi ini. Pertama, kami berharap Ketua DPD RI (LaNyalla) bisa menjadi Pembina kami (POSNU). Kami berharap semoga Ketua DPD RI berkenan menjadi pembina kami," kata Erlina.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainuddin. Sementara Erlina didampingi Pembina POSNU Jajuli Ahmad, Sekretaris DPP POSNU Kuswoyo, Bendahara DPP POSNU Ani Nuryanti, Ketua Bidang SDM DPP POSNU Tunggul Saka Addidya, Ketua DPC POSNU Garut Yogi dan Ketua DPC POSNU Jakarta Selatan Kabul Doniyanto.

Erlina melanjutkan, sejauh ini, POSNU terus bergerak melibatkan diri untuk membangun bangsa dan negara melalui berbagai macam kegiatan yang telah dilaksanakan. 

"Embrio kami berasal dari PBNU. Kami berangkat dari NU, PMII, Ansor, IPNU dan lainnya," tegas dia. Semangat pembentukan POSNU dikatakan Erlina berangkat ketika mereka usai membuat kegiatan bersama. Dari perbincangan tersebut diharapkan ada satu wadah yang membawahi lintas generasi. 

"Selama ini kan masing-masing organisasi yang terafiliasi di bawah PBNU bergerak sendiri-sendiri. Tahun 2020 akhir kami terbentuk dan mulai bergerak Januari 2021. Beberapa kegiatan kami lakukan, tapi lebih kepada ritual keagamaan. Dalam waktu dekat kami akan kegiatan offline," tutur Erlina.

Kegiatan pertama adalah Haul Gus Dur yang akan diselenggarakan di Makam Gus Dur. Selanjutnya, kata Erlina, adalah pelatihan guru. "Kita bekerjasama, rencananya akan menggelar pelatihan guru di awal Desember 2021. Ada sekitar 250 peserta dan DKI Jakarta sebagai pilot project," papar dia.

Januari 2022 Erlina menjelaskan POSNU akan melaksanakan lima kegiatan di lima pesantren di DKI Jakarta. Di daerah-daerah, kegiatan sosialisasi kesehatan di pesantren-pesantren juga sudah dilakukan. "Kami berharap juga akan ada perluasan wilayah organisasi ke depannya nanti," papar dia.

Sekretaris DPP POSNU Kuswoyo menambahkan, sejauh ini, organisasinya fokus pada kegiatan moderasi agama dan penguatan nilai-nilai Pancasila. "Kami melihat sangat minim sekali dari pemerintah melakukan kegiatan bagaimana moderasi beragama dan lain sebagainya. Mudah-mudahan dengan DPD RI kami bisa bersinergi," tutur dia.

Ketua DPD RI mengucapkan terima kasih kepada POSNU atas amanah yang diberikan. Ia berharap dapat menjaga dengan baik amanah sebagai Pembina POSNU. "Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pembina. Doakan agar saya amanah mengemban tugas baru saya sebagai Pembina POSNU," kata LaNyalla.

Pada kesempatan itu, Senator asal Jawa Timur itu meminta POSNU ikut ambil bagian dalam menyejahterakan masyarakat. Caranya, tak tinggal diam dalam mengoreksi arah perjalanan bangsa ini. "Saya berharap POSNU ikut mendorong tercapainya tujuan utama bangsa ini yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tertera dalam sila kelima Pancasila," kata LaNyalla.

Caranya, tentu dengan ikut terlibat mengontrol laju negara yang menurut LaNyalla sudah menyimpang dari DNA asli terbentuknya bangsa ini. Demokrasi Pancasila telah bergeser demokrasi liberal. Ekonomi Pancasila bergeser menjadi kapitalis liberal. "Maka, kami mendorong yang namanya amandemen ke-5 konstitusi. Sebab, kita harus mengurai persoalan ini dari hulunya, bukan dari hilirnya," tutur LaNyalla.

Saat ini, LaNyalla melanjutkan, Indonesia telah dikuasai oleh oligarki yang mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan strategis masyarakat. "Amandemen Konstitusi ke-5 harus mendorong bangsa ini kembali ke arah yang diinginkan oleh para pendiri bangsa. Mari kita berikan ruang seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk ikut berkontestasi menunjukkan kemampuan mereka dalam memimpin negeri ini melalui Pemilu tanpa ada ambang batas," ujar LaNyalla.

TrendingMore