Berita

Ketua DPD RI Minta Kelangkaan Pupuk di Indramayu Segera Diatasi

Riki Setiawan
21/04/2021, 20:44 WIB
Last Updated 2021-05-06T12:28:22Z
SURABAYA
- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta agar kelangkaan pupuk di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, segera diatasi. Kelangkaan pupuk ini disampaikan langsung petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Indramayu, kepada Presiden Joko Widodo yang sedang melakukan kunjungan kerja ke tempat tersebut. 

Menurut LaNyalla, kelangkaan pupuk harus segera diatasi agar petani dapat kembali berproduksi.

"Indramayu dikenal sebagai sentra penghasil pangan yang sangat besar dan menjadi daerah pertahanan pangan nasional. Itu terbukti dengan hasil panen yang mencapai 7-8 ton per hektare. Maka, kelangkaan pupuk ini harus segera diatasi," papar LaNyalla, Rabu (21/4/2021).

Mantan Ketua Umum PSSI itu melanjutkan, selain pupuk, sebagai salah satu sentra penghasil padi, masalah tenaga kerja pun menjadi salah satu hambatan. Warga lebih senang berdagang ketimbang mengolah lahan pertanian milik mereka.

"Untuk menangani kendala tersebut petani memerlukan mesin perontok (harvester) selain alat teknologi pertanian seperti traktor dan pompa air," papar alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Dengan kesediaan presiden memenuhi permintaan petani, Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu yakin Jawa Barat akan menjadi lumbung padi nasional. 

"Jadi tidak ada lagi polemik impor beras dengan alasan tidak tercukupinya pasokan padi nasional. Saya akan mengawal kasus ini demi kesejahteraan petani," papar Senator Dapil Jawa Timur tersebut.

Dalam kunjungan kerja di Indramayu, Presiden Joko Widodo membenarkan adanya keluhan dari petani mengenai pupuk.

"Tadi ada keluhan dari para petani misalnya harga pupuk, subsidi terutama, yang masih sering hilang pupuknya. Sulit dicari. Ini masukan yang baik," ujar Jokowi.

Menurutnya, hasil panen di desa setempat bisa mencapai 7-8 ton per hektare. Selain itu, kondisi harga gabah pun juga sudah semakin membaik.

TrendingMore