Ini Peta Proyeksi Jakarta Tenggelam 2030

Riki Setiawan
05/08/2021, 09:27 WIB
Last Updated 2021-08-05T02:28:04Z
JAKARTA
- Proyeksi soal Jakarta yang akan tenggelam terus dibicarakan. Lembaga non-profit independen yang fokus pada isu perubahan iklim, Climate Central, membuat peta proyeksi wilayah DKI Jakarta yang tenggelam pada 2030.

Tampilan peta proyeksi Jakarta tenggelam 2030 ini bisa diakses melalui laman coastal.climatecentral .org. Dalam peta tersebut, tampak sejumlah wilayah Jakarta ditandai dengan warna merah. Warna merah menandakan bahwa kawasan itu telah tenggelam pada 2030.

Adapun wilayah tersebut adalah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan. Kawasan Bundaran HI termasuk yang tenggelam dalam peta proyeksi tersebut.

Analisis didasarkan pada kumpulan data elevasi CoastalDEM® yang canggih dan telah melalui review. CoastalDEM juga tersedia untuk diunduh untuk penggunaan komersial dan nonkomersial.

Dikutip dari laman resminya, Climate Central merupakan sebuah organisasi independen yang terdiri dari ilmuwan dan jurnalis terkemuka yang meneliti dan melaporkan fakta tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap publik.

Wilayah DKI Jakarta yang tenggelam pada 2030 (Peta oleh Climate Central)Wilayah DKI Jakarta yang tenggelam pada 2030. (Peta oleh Climate Central)
Simak video 'Megawati Komentari Prediksi Joe Biden soal DKI Tenggelam':

Wilayah DKI Jakarta yang tenggelam pada 2030 (Peta oleh Climate Central)

Wilayah DKI Jakarta yang tenggelam pada 2030 (Peta oleh Climate Central)

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kini permukaan air laut terus meningkat. Dia mengungkapkan, ke depannya, akan banyak orang bermigrasi dan memperebutkan tanah yang subur. Biden mencontohkan Afrika Utara.

Biden kemudian menyinggung Indonesia. Menurutnya, jika apa yang diproyeksikan benar, dalam 10 tahun ke depan Indonesia harus memindahkan ibu kota karena Jakarta akan tenggelam.

"Tapi apa yang terjadi, apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" kata dia.

"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," imbuh Biden.

Merespons hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pihaknya tak akan melakukan pembiaran.

"Tentu kita menghormati pernyataan presiden AS Joe Biden. Tapi kami Pemprov DKI akan berupaya supaya Jakarta tidak tenggelam," kata Riza kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Politikus Gerindra itu kemudian menyinggung sejumlah program yang dicanangkan Pemprov DKI untuk mengantisipasi tenggelamnya Ibu Kota. Salah satunya, pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP yang juga mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri pun turut berkomentar. Dia mengaku telah membicarakan hal itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Denger Joe Biden ngomong gitu 10 tahun lagi batin saya enak banget ya saya langsung ngomong sama Pak Jokowi," kata Megawati dalam dalam Pelatihan Mitigasi Gempa Bumi-Baguna DPP PDIP secara daring, Rabu (4/8/2021).

Dia mengatakan, jika pada kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, maka akan ada jutaan orang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur.

"Anda melihat apa yang terjadi di Afrika Utara. Apa yang membuat kita berpikir ini tidak penting? Itu bukan tanggung jawab Anda, tetapi itu adalah sesuatu yang Anda lihat karena Anda tahu apa yang akan terjadi," kata Biden.

"Tapi apa yang terjadi, apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air," lanjutnya.

TrendingMore