Berita

LaNyalla Mattalitti Sesalkan Aksi Suporter Usai Final Piala Menpora 2021

Riki Setiawan
27/04/2021, 14:46 WIB
Last Updated 2021-05-18T05:23:56Z
SURABAYA
- Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyayangkan aksi sejumlah suporter yang bertindak berlebihan usai final Piala Menpora 2021. Ia menilai sikap para suporter dapat berimbas pada rencana bergulirnya kembali kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2.

Final Piala Menpora 2021 sendiri mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung. Hasilnya, Persija meraih kemenangan dan tampil sebagai juara. 

Usai final, sejumlah pendukung Persija melakukan konvoi kemenangan di Bundaran HI Jakarta. Sedangkan di Bandung, pendukung Persib yang kecewa menggeruduk Graha Persib dan melakukan sweeping terhadap kendaraan berplat Jakarta.

LaNyalla yang pernah menjabat sebagai Mantan Ketua Umum PSSI, menilai aksi para suporter itu bisa membuat kepolisian tidak mengeluarkan izin untuk pelaksanaan Liga 1 2021/2022.

"Kita sayangkan ulah para suporter tersebut. Tindakan mereka akan menjadi catatan buruk bagi Kemenpora, PSSI dan penyelenggara yang bisa saja berimbas pada pelaksanaan Liga 1 nanti," katanya, Selasa (27/4/2021)

Senator asal Jawa Timur itu meminta agar para suporter lebih dewasa menyikapi hasil sebuah pertandingan dan patuh terhadap regulasi. 

"Harapannya kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan tidak terulang kembali. Tak perlu berlebihan menyikapi hasil pertandingan, apalagi tanpa menerapkan protokol kesehatan. Kerugian yang ditimbulkan tidak sepadan dengan keselamatan diri dan orang lain," lanjutnya.  

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan, keberhasilan turnamen Piala Menpora 2021 menjadi pembuka pintu untuk digelarnya pertandingan resmi Liga 1 dan Liga 2.

"Pelaksanaan Piala Menpora 2021 menurut saya sudah bagus dari sisi pertandingan dan penerapan protokol kesehatan. Ada beberapa kontroversi, namun masih wajar dan dapat ditoleransi. Yang jadi catatan soal aksi para suporter. Semoga aparat keamanan tak terpengaruh dan tetap memberikan ijin," ungkapnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu juga memohon agar peristiwa yang terjadi menjadi pelajaran bagi semua suporter. Jangan sampai  karena ulah segelintir orang, kemudian dunia sepak bola tanah air kena getah.

"Para suporter harus instropeksi diri. Jadilah suporter yang bijak dan taat aturan. Kita semua sudah rindu ingin menikmati pertandingan di stadion. Kita ingin atmosfer sepak bola di Indonesia semakin sehat," pungkasnya.

TrendingMore