Berita

Ketua DPD RI Senang Industri Otomotif Bangkit Kembali

Riki Setiawan
16/04/2021, 17:43 WIB
Last Updated 2021-05-06T12:28:22Z
SURABAYA
- Salah satu sektor yang cukup menyerap tenaga kerja dalam jumlah tinggi adalah sektor industri. Kebangkitan industri otomotif yang diharapkan presiden diprediksi akan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran yang tajam karena Covid-19. 

Mulai beranjak bangkitnya industri otomotif mendapat perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Mantan Ketua Umum PSSI itu mengatakan, industri otomotif yang kini mulai bergerak diharapkan terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Dengan demikian semua sektor manufaktur bergerak. Tentu saja diharapkan berdampak pada iklim investasi serta serapan tenaga kerja lokal," kata LaNyalla di sela agenda reses, Jumat (16/4/2021).

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu melanjutkan, kebijakan penghapusan PPnBM pada pembelian mobil baru mulai terasa efeknya. Pasar industri otomotif mulai bergairah. "Ini tentu menggerakkan roda produksi otomotif serta sektor pendukung bergerak karena sektor bergerak dari hulu sampai hilir," papar alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan, Kebangkitan industri otomotif dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Saya ingin industri otomotif Indonesia segera bangkit setelah diterpa pandemi Covid-19. Keinginan saya juga, segera mempekerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja dan juga ikut menggerakkan industri UMKM, dan juga segera bisa menaikkan ekspor kita ke negara-negara lain ke pasar global," ujarnya saat membuka Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid Tahun 2021.

Ditambahkan presiden, pemerintah juga terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). "Pemerintah berharap kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri bisa ditingkatkan dengan pemakaian kandungan lokal yang semakin tinggi. Vukan hanya mengurus pasar dalam negeri saja, tapi bergerak menggarap pasar-pasar ekspor," tuturnya.

TrendingMore