BeritaNasional

Ketua DPD RI Berharap Mobil Terbang Jepang jadi Inspirasi Pengembangan Teknologi di Tanah Air

Redaksi Utama
11/03/2021, 09:36 WIB
Last Updated 2021-03-21T06:26:38Z

JAKARTA - Kemajuan teknologi Jepang seperti tidak perlu diragukan. Terbaru, negara berjuluk Negeri Matahari Terbit itu akan menghadirkan teknologi mobil terbang. Langkah maju Jepang ini direspons Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia berharap hal ini menjadi inspirasi untuk mendukung kemajuan teknologi di Indonesia.

Mobil terbang yang digagas Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang, menggunakan teknologi seperti drone. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan standar keselamatan, serta sistem registrasi pesawat menuju aplikasi praktis pesawat generasi mendatang.
 
Mobil terbang layaknya drone ini ditargetkan diproduksi dan mulai digunakan pada tahun 2023.

"Mobil terbang ini diciptakan untuk mengurangi
kemacetan, efisiensi logistik dan transportasi antar pulau kecil. Realisasi ini mengingatkan kita pada film-film fiksi anime Jepang," tutur LaNyalla, Rabu (10/3/2021).

Senator asal Jawa Timur ini mengatakan Indonesia harus juga mengembangkan teknologi.

"Indonesia pun harus mulai mengembangkan industri berbasis teknologi yang siap dipasarkan," jelasnya.

LaNyalla mencontohkan industri perkapalan yang disiapkan dalam roadmap. Industri ini diharapkan mampu membuat inovasi-inovasi yang dibutuhkan oleh negara-negara tujuan

"Terkait industri, kita memiliki universitas-universitas sains dan teknologi, baik negeri maupun swasta. Untuk itu, kita menyarankan kepada pemerintah untuk mencoba menjajaki hasil riset yang dilakukan para doktor- doktor teknologi kita, untuk masuk pada rencana strategis perindustrian nasional," ujarnya.

Ditegaskannya, Indonesia memerlukan pemikiran-pemikiran, karya, riset dan pengetahuan untuk menuju inovasi-inovasi industri masa depan.

"Kita harus terbuka dengan berbagai potensi ilmu
pengetahuan anak-anak bangsa. Karena dengan cara itu, kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, termasuk dalam urusan teknologi," katanya.

TrendingMore